Hal mengkritisi
Mengkritisi
dalam kamus bahasa indonesia, mengkritisi adalah mengungkapkan suatu pandangan terhadap sesuatu dari sis yang berbeda.
akhir2 ini aku berfikir bahwa mengkritisi itu perlu hany jangan kebablasan.
kebablasan dalam arti bagaimana? na ini dia yang menarik..
menurutku sebuah kritik seharusnya bersifat membangun, membuat sesuatu ide yang dikritik menjadi lebih baik, menjadi lebih masuk akal..
menngkritik tidak sama dengan mendeskriditkan suatu ide, membuatnya menjadi "tidak berhasil" "tidak menarik" dan "tidak "populer" sebelum ide
itu diimplemetasikan.
dalam kata lain menngkritik tidak sama dengan membuat ide itu kalah sebelum perang.
di kantorku ada ide mengenai sharing knowledge yang rencananya akan diadakan 1 kali dalam 1 mg.
namanya knowledge sharing yang terjemahannya berbagi pengetahuan tentu "berbagi" membutuhkan pihak yang membagi, sesuatu yang dibagi, dan pihak yang dibagi(menerima) sesuatu
karna ruang lingkup ini adalah bagian maka jelaslah bila pihak yang membagi dan dibagi adalah keluarga besar PIK.
untuk itu perlu peran serta aktif semua pihak di dalamnya.
untuk pengetahuan yang akan dibagi, tidak dibatasi pengetahuan yang berkaitan dengan topik di kantor, walaupun porsinya memang lebih besar untuk topik yang related dengan kantor
tp tentu saja yang dibagi adalah pengetahuan yang sifatnya membuat sesorang menjadi lebih baik tidak mengenai topik yang berhubungan dengan SARA dan hal yang berbau pornografi dan sesuatu yang melanggar ketentuan yang ada.
oya topik mengenai gosip selibritis tidak masuk dalam area "pengetahuan" yang dibagi..sori for infotainment lovers..peace
agar ide ini berjalan maka butuh penggerak, siapa yang menggerakkan - jawabnnya semua pihak yang ada di bagian ini.
bukan hanya leadernya tp juga sampai pada individu masing2 di bagian ini.
tp tidak bisa menutup mata, untuk langkah awal untuk membuat ide ini berjalan.
ada yang menganggap ide ini menjadi membebani, ada yang menganggap ide ini hanya panas - panas tahi ayam (bingung juga kenapa intermezo ini ada, emang uda ada yang ngukur seberapa suhu tahi ayam :) )
ada yang mengganggap ide ini tidak perlu diikuti oleh semua pihak hanya orang2 tertentu saja yang merasa membutuhkan pengetahuan itu saja.
terlepas dari semua anggapan itu, ide ini menurut saya menurut saya memiliki tujuan yang bagus,antara lain:
1. mendapatkan sesuatu pengetahuan baru (apakah itu karena topik yang diinformasikan baru, sudut pandang baru, atau cara menyajikan pengetahuan yang baru)
2. sarana untuk belajar berbicara, mendengarkan, dan berdiskusi.
di Indonesia, hal berbicara di depan orang banyak menjadi sebuah momok yang menakutkan.
Tidak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk berdiri dan berbicara di depan banyak mata yang melihat.
menurut pendapat saya, ada sekitar separuhnya karena efek metoda pengajaran diIndonesia,
yang ketika guru mengajar, murid hanya mendengarkan, hanya menyalin dipapan tulis, hanya menerima dan diam.
seseorang yang berada di depan kelas hanyalah guru dan murid yang sedang diuji ataupun dihukum karena salah.
area depan kelas bukan menjadi area memnunjukkan aktualisasi diri tp area penghakiman dan ekskusi.
ketika 1 orang murid berada di depan kelas untuk mengaktualisasikan diri, dinilai jelek dan dicibir ketika salah
dan dinilai berlebihan ketika berhasil. Hal ini menanamkan sesuatu hal "kalau km salah ketika berbicara didepan banyak orang
maka km akan malu, maka nilaimu akan jelek, maka akan ditertawakan seumur hidup, dan maka berada di depan banyak audience adalah hal yang harus km hindari"
jujur saya saya product pendidikan seperti ini. hal yang semua saya tulis di atas saya merasakannya.
tangan yang berkeringat, lutut yang gemetar dan suara yang tidak jelas keluar adalah penyakit ketika berbicara di depan kelas.
sampai saat ini pun begitu.
menurut pendapat saya, tidak apa2 bila km salah, tidak semua orang yang berani berbicara di depan publik tidak berarti tidak pernah salah,
di satu sisi bagi audience, semua orang pernah salah janganlah mencibir janganlah menertawakan, hargai dan beri ekstra kredit bagi orang yang berani untuk mencoba
3. sebagai salah satu cara agar tidak terjebak dalam hal-hal yang rutin,
mendengar dan berdiskusi sesuatu yang baru mengasah otak untuk memunculkan ide2 segar yang selama ini termampatkan
karena terjebak di hal-hal yang sifatnya rutin.
kembali kepada hal mengkritisi tadi...saya berharap kritik2 yang ada di langkah awal tidak menyebabkan ide ini menjadi hanya ide di awal tahun.
butuh usaha ekstra untuk merealisasikan ini dan itu tidak mudah karena yang diubah bukan hanya sikap namun juga cara pandang.
bila km ingin berubah maka sekaranglah saat nya!!! (kayaknya kampanye partai ya?? tp harapannya ini tidak seperti janji kosong dari partai)
done 12.00 am 19/1/2010
pencerahan saat hanya bisa terbaring di tempat tidur :). enjoy..
dalam kamus bahasa indonesia, mengkritisi adalah mengungkapkan suatu pandangan terhadap sesuatu dari sis yang berbeda.
akhir2 ini aku berfikir bahwa mengkritisi itu perlu hany jangan kebablasan.
kebablasan dalam arti bagaimana? na ini dia yang menarik..
menurutku sebuah kritik seharusnya bersifat membangun, membuat sesuatu ide yang dikritik menjadi lebih baik, menjadi lebih masuk akal..
menngkritik tidak sama dengan mendeskriditkan suatu ide, membuatnya menjadi "tidak berhasil" "tidak menarik" dan "tidak "populer" sebelum ide
itu diimplemetasikan.
dalam kata lain menngkritik tidak sama dengan membuat ide itu kalah sebelum perang.
di kantorku ada ide mengenai sharing knowledge yang rencananya akan diadakan 1 kali dalam 1 mg.
namanya knowledge sharing yang terjemahannya berbagi pengetahuan tentu "berbagi" membutuhkan pihak yang membagi, sesuatu yang dibagi, dan pihak yang dibagi(menerima) sesuatu
karna ruang lingkup ini adalah bagian maka jelaslah bila pihak yang membagi dan dibagi adalah keluarga besar PIK.
untuk itu perlu peran serta aktif semua pihak di dalamnya.
untuk pengetahuan yang akan dibagi, tidak dibatasi pengetahuan yang berkaitan dengan topik di kantor, walaupun porsinya memang lebih besar untuk topik yang related dengan kantor
tp tentu saja yang dibagi adalah pengetahuan yang sifatnya membuat sesorang menjadi lebih baik tidak mengenai topik yang berhubungan dengan SARA dan hal yang berbau pornografi dan sesuatu yang melanggar ketentuan yang ada.
oya topik mengenai gosip selibritis tidak masuk dalam area "pengetahuan" yang dibagi..sori for infotainment lovers..peace
agar ide ini berjalan maka butuh penggerak, siapa yang menggerakkan - jawabnnya semua pihak yang ada di bagian ini.
bukan hanya leadernya tp juga sampai pada individu masing2 di bagian ini.
tp tidak bisa menutup mata, untuk langkah awal untuk membuat ide ini berjalan.
ada yang menganggap ide ini menjadi membebani, ada yang menganggap ide ini hanya panas - panas tahi ayam (bingung juga kenapa intermezo ini ada, emang uda ada yang ngukur seberapa suhu tahi ayam :) )
ada yang mengganggap ide ini tidak perlu diikuti oleh semua pihak hanya orang2 tertentu saja yang merasa membutuhkan pengetahuan itu saja.
terlepas dari semua anggapan itu, ide ini menurut saya menurut saya memiliki tujuan yang bagus,antara lain:
1. mendapatkan sesuatu pengetahuan baru (apakah itu karena topik yang diinformasikan baru, sudut pandang baru, atau cara menyajikan pengetahuan yang baru)
2. sarana untuk belajar berbicara, mendengarkan, dan berdiskusi.
di Indonesia, hal berbicara di depan orang banyak menjadi sebuah momok yang menakutkan.
Tidak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk berdiri dan berbicara di depan banyak mata yang melihat.
menurut pendapat saya, ada sekitar separuhnya karena efek metoda pengajaran diIndonesia,
yang ketika guru mengajar, murid hanya mendengarkan, hanya menyalin dipapan tulis, hanya menerima dan diam.
seseorang yang berada di depan kelas hanyalah guru dan murid yang sedang diuji ataupun dihukum karena salah.
area depan kelas bukan menjadi area memnunjukkan aktualisasi diri tp area penghakiman dan ekskusi.
ketika 1 orang murid berada di depan kelas untuk mengaktualisasikan diri, dinilai jelek dan dicibir ketika salah
dan dinilai berlebihan ketika berhasil. Hal ini menanamkan sesuatu hal "kalau km salah ketika berbicara didepan banyak orang
maka km akan malu, maka nilaimu akan jelek, maka akan ditertawakan seumur hidup, dan maka berada di depan banyak audience adalah hal yang harus km hindari"
jujur saya saya product pendidikan seperti ini. hal yang semua saya tulis di atas saya merasakannya.
tangan yang berkeringat, lutut yang gemetar dan suara yang tidak jelas keluar adalah penyakit ketika berbicara di depan kelas.
sampai saat ini pun begitu.
menurut pendapat saya, tidak apa2 bila km salah, tidak semua orang yang berani berbicara di depan publik tidak berarti tidak pernah salah,
di satu sisi bagi audience, semua orang pernah salah janganlah mencibir janganlah menertawakan, hargai dan beri ekstra kredit bagi orang yang berani untuk mencoba
3. sebagai salah satu cara agar tidak terjebak dalam hal-hal yang rutin,
mendengar dan berdiskusi sesuatu yang baru mengasah otak untuk memunculkan ide2 segar yang selama ini termampatkan
karena terjebak di hal-hal yang sifatnya rutin.
kembali kepada hal mengkritisi tadi...saya berharap kritik2 yang ada di langkah awal tidak menyebabkan ide ini menjadi hanya ide di awal tahun.
butuh usaha ekstra untuk merealisasikan ini dan itu tidak mudah karena yang diubah bukan hanya sikap namun juga cara pandang.
bila km ingin berubah maka sekaranglah saat nya!!! (kayaknya kampanye partai ya?? tp harapannya ini tidak seperti janji kosong dari partai)
done 12.00 am 19/1/2010
pencerahan saat hanya bisa terbaring di tempat tidur :). enjoy..

Komentar
Posting Komentar